Kalau kawan-kawan membaca judulnya lalu percaya, maka maaf kalian semua tertipu. Tapi tunggu, jangan terburu-buru untuk meninggalkan tanpa membaca utuh. Saya berani bilang 100% bahwa tidak ada panduan menghadapi perpisahan di dunia ini bahkan dalam bahasa apapun, sebab tidak ada orang yang siap dengan perpisahan. Percayalah kawan-kawan, saya lebih suka menghabiskan berbicara panjang lebar daripada harus menulis, jadi kalau kawan-kawan ingin berinteraksi melalui media apapun, saya cukup terbuka, tidak usah khawatir. Saya jamin bahwa kita hanya akan berbincang tentang masalah masalah yang terjadi tanpa satupun kata untuk menghakimi. Saya lebih suka bercerita sampai berbusa daripada menulis puluhan ribu kata, karena jujur sangat melelahkan.
02 Oktober 2024
10 Maret 2024
RIMBA LAUT (Chapter 4 : Makan Domino's)
21 Agustus 2023
Sendu #Cerpen
03 Agustus 2023
Kutukan Perpisahan #CerGam
23 Juni 2023
RIMBA LAUT (Chapter 3 : Tipe X Trondol)
Semburat jingga di langit telah tertutupi oleh terangnya pancaran bulan. Masih di tempat print yang makin malam makin berisik oleh deru motor dan suara printer yang mengadu satu sama lain.
Hesa masih sibuk menghitung total hasil print, hasil jilid, pembelian ATK dan lain sebagainya. Sementara Putri terlihat sesekali membantu ketika ada customer yang merasa kesulitan ketika akan mencetak lembar tugasnya. Sedangkan di sisi lain kehidupan, Heru masih menatap dalam dalam cahaya rembulan malam itu.
14 Juni 2023
RIMBA LAUT (Chapter 2 : Spongebob Berhijab)
13 Juni 2023
RIMBA LAUT (Chapter 1 : Nama adalah Doa)
17 Mei 2023
Penantian #Cerpen
04 Mei 2023
BIROKRASI DAN RELASI Part 2 #Cakalang3
BIROKRASI DAN RELASI (Part 2)
1 Juni 2021
27 April 2023
Malam #Cerpen
31 Maret 2023
Persimpangan #Cerpen
29 Maret 2023
Sudut Kota #Cerpen
04 Januari 2022
Tanpa Judul
03 Desember 2021
One Day
Saya pernah kepikiran kalau suatu hari nanti, ketika saya sudah berkeluarga saya masih inget sama orang di masa lalu. Orang yang mungkin gak akan pernah bisa saya milikin. Bukan karena kita berdua gak saling suka. Namun, karena semesta hanya ingin mempertemukan kita berdua layaknya orang biasa.
Lalu bayangan bayangan itu mulai mengambil alih diri. Wangi tubuhnya, kado yang diberikannya, hari ulang tahunnya, warna favoritnya, band kesukaannya dan kartun favoritnya masih saya hafal di luar kepala. Lalu, tanpa sadar saya kembali memutar memori-memori indah ketika semesta mempertemukan saya dan dia dengan berbagai situasi yang gak pernah saya duga.
20 September 2021
AKHIRNYA KENA COVID #Cakalang4
2 Agustus 2021 - Bersin bersin, batuk dan demam tinggi
3 Agustus 2021 - Nyeri, bersin-bersin, batuk, demam tinggi (Ke Dokter)
4-5 Agustus 2021 - Masih dengan gejala yang sama
6 Agustus 2021 (pagi) - Kehilangan penciuman (anogsia) dan tes SWAB Antigen
6 Agustus 2021 (siang) - hasil keluar dan menunjukkan hasil yg positif dan mulai kehilangan indra perasa (untuk makan rasanya hambar)
7 Agustus 2021 (pagi) - Tes PCR
7 Agustus 2021 (malam) - Hasil keluar dan lagi lagi menunjukkan hasil positif
9 Agustus 2021 - Dijemput ambulan untuk karantina di rumah karantina yang ada di Kota Pasuruan
19 Agustus 2021 - RESMI pulang dari rumah karantina dan masih memilih isoman hingga akhirnya memutuskan untuk menuliskan cerita ini.
Tulisan ini saya buat untuk memberi pemahaman pada kalian kalian yang tidak percaya covid dan menghasut serta teruntuk kalian kalian yang masih berjuang disana (positif) maupun yang sudah ditinggal pergi orang orang tercinta.










